SEJAK kebelakangan ini pengaruh ajaran sesat Syiah Imamiyyah/Ja'fariyyah yang berpusat di Iran semakin berkembang di negara ini. Ajaran itu sudah di fatwa sebagai ajaran sesat oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).
Kerajaan sudah menahan beberapa tokoh mereka mengikut Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) dan selepas dibebaskan tokoh berkenaan dipercayai terus aktif mengembangkan Syiah.
Syiah dibawa masuk ke negara ini menerusi agenda Revolusi Iran yang sedang pesat berkembang di seluruh dunia dengan helah menyatukan barisan umat Islam dan memusuhi Amerika dan Zionis. Selepas Khomeini berkuasa di Iran, pendokong ‘gerakan Islam’ sudah menghantar anak Melayu ke Iran bagi mempelajari agama Syiah dan meniru semangat mereka untuk menumbangkan Amerika.
Padahnya, anak Melayu inilah yang membelakangi tabir markas Syiah Melayu dengan bantuan daripada beberapa usahawan dari Iran.
Menurut penyelidikan markas Syiah di Malaysia dibiayai secara langsung oleh kerajaan dan ahli perniagaan Iran. Menerusi markas itu aqidah Syiah disebarkan dengan meluas tanpa sebarang tindakan berkesan JAKIM, Jabatan Agama Negeri dan pihak berkuasa tempatan.
Hasilnya lahirlah beberapa tokoh profesional Syiah di kalangan keluarga berpengaruh, pensyarah agama, kelompok profesional, pakar perubatan alternatif, hinggalah golongan guru agama sekolah.
Kelompok Syiah ini sedang berusaha dengan gigih mendampingi tokoh berpengaruh tanah air bagi mendapatkan hak pengiktirafan status agama mereka dan mendapatkan kebenaran untuk merayakan upacara agama secara terbuka.
Sekiranya mereka diberi kebebasan itu maka akan bergema laungan cacian dan maki hamun kepada sahabat dan isteri Nabi di jalan raya seperti mana yang menjadi kebiasaan di Iran, Iraq, Pakistan dan Lubnan.
Paling menakutkan ialah upacara ‘Husayniyyat’, iaitu melibas pedang dan memukul dada pada tubuh sendiri akan berleluasa pada hari kebesaran Syiah. Maka di sinilah bermulanya peperangan sebenar Syiah-Sunnah yang penuh berdarah.
Kita mencadangkan pihak universiti memperhebatkan kajian dan seminar mengenai kesesatan ajaran Syiah dan jabatan agama perlu menjelaskan kepada masyarakat bahaya ajaran Syiah.
Pihak berkuasa pula perlu bertindak ke atas pergerakan itu seperti yang dilakukan terhadap ajaran sesat yang lain sebelum ini.
Ahad, 23 Januari 2011
ajaran islam syi ah bawa ancaman besarr
persamaan syi ah ,nasrani dan yahudi
Dalam shalat, kita senantiasa memohon kepada Allah agar dikaruniakan hidayah atau petunjuk kepada Shirathal Mustaqim (jalan yang lurus). Sebuah permohonan yang paling penting dan sangat dibutuhkan oleh seorang hamba. Karenanya, seorang hamba diwajibkan berdoa kepada Allah memohon hidayah ini pada setiap rakaat dalam shalatnya, karena butuhnya dia kepada hidayah tersebut.
Hidayah yang dimaksud dalam ayat adalah petunjuk taufiq kepada jalan yang bisa menghantarkan kepada Allah dan surga-Nya. Yaitu petunjuk untuk menjalankan ajaran dien ini dengan ilmu dan amal. Bentuknya, mengetahui kebenaran dan mengamalkannya, demikian yang dijelaskan Syaikh Abdul Rahman bin Nashir bin al Sa'di dalam tafsirnya.
Jalan petunjuk ini telah ditempuh oleh para nabi, shiddiiqiin, syuhada', dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Minhaj al Sunnah jilid pertama juga menjelaskan demikian. Bahwa Shirathal Mustaqim dalam QS. Al-Fatihah: 7, mencakup dua perkara: mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Lalu beliau menyimpulkan, bahwa orang yang keluar dari Shirathal Mustaqim hanya mengikuti perasangka dan hawa nafsu. Inilah kondisi ahli bid'ah, di antaranya kaum Syi'ah Rafidlah.
Sesungguhnya kesesatan bersumber dari dua hal, yaitu jahil dan mengikuti hawa nafsu. Jahil adalah perilaku orang Nashrani yang meninggalkan kebenaran karena bodoh dan tersesat. Sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah perilaku orang Yahudi yang mengetahui kebenaran lalu meninggalkannya. Karenanya, kita berdoa agar tidak dijadikan seperti mereka, ". . . bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al Faatihah: 7)
Mereka yang dimurkai adalah orang Yahudi. Sedangkan mereka yang sesat adalah orang Nashrani. Dan Syi'ah menyerupai Yahudi dalam keburukan dan mengikuti hawa nafsu; dan menyerupai Nasrani dalam masalah ghuluw (melampai batas) dan kebodohan.
Imam Asy-Sya'bi memiliki beberapa perkataan tentang Syi'ah Rafidlah:
§ Kalau seandainya Syi'ah dari jenis binatang, ia sebagai keledainya.
§ Kalau dari jenis burung, ia sebagai burung rukham.
§ Siap membayar berapa saja pada orang yang mau membuat riwayat dusta tentang Ali.
§ Masuk Islam didasari kebencian terhadap pemeluknya.>

Kesamaan Antara Syi'ah Dengan Yahudi :
Ø Orang Yahudi mengatakan yang layak memegang kekuasaan adalah keluarga Dawud. Sedangkan kata Syi'ah; tidak layak menduduki imamah (kekuasaan) kecuali anak turun 'Ali bin Abi Thalib (Ahlul Bait).
Ø Orang Yahudi meyakini tidak ada jihad di jalan Allah sehingga al-Masih Ad-Dajjal keluar dan membawa pedang yang diturunkan di tangan dari langit. Sedangkan orang Syi'ah berkeyakinan tidak ada jihad di jalan Allah sehingga Imam Mahdi (Imam kedua belas mereka) keluar dan ada yang mengomando dari langit.
Ø Orang Yahudi mengakhirkan shalat sampai munculnya bintang-bintang. Sedangkan orang Syi'ah Rafidlah mengakhirkan shalat Maghrib sampai munculnya bintang-bintang.
Ø Mereka menyimpangkan dan merubah kitab Taurat. Sedangkan Rafidlah menyimpangkan dan merubah kitab suci Al-Qur'an.
Ø Dalam Syari'at Yahudi, wanita yang ditalak (cerai) tidak memiliki 'iddah. Begitu juga yang diterapkan orang Syi'ah dalam nikah mut'ah.
Ø Orang Yahudi tidak murni dalam mengucapkan salam kepada kaum mukminin, yaitu dengan as-sam 'alaikum (kematian atas kalian). Begitu juga perilaku Syi'ah Rafidlah terhadap kaum mukminin selain golongan mereka, khususnya Ahlus Sunnah.
Ø Orang Yahudi mengharamkan ikan yang tidak bersisik dan belut. Mereka juga mengharamkan kelinci (mermut), kancil, limpa dan biawak. Begitu juga golongan Syi'ah Rafidlah mengharamkan semua itu.
Ø Orang Yahudi mengingkari bolehnya mengusap khuf (kaos kaki/sepatu slop) dalam bersuci. Begitu juga Rafidlah.
Ø Orang Yahudi menghalalkan harta seluruh manusia selain golongan mereka, boleh menipu mereka dan menghalalkan darah mereka. Begitu juga Syi'ah Rafidlah terhadap golongan selain mereka, khususnya terhadap Ahlu Sunnah.
Ø Orang Yahudi membenci Malaikat Jibril 'alaihis salam. Mereka mengatakan: "ia musuh kami dari golongan Malaikat." Sedangkan golongan Syi'ah Rafidlah mengatakan malaikat Jibril 'alaihis salam telah salah alamat ketika menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, yang seharusnya disampaikan kepada Ali bin Abi Thalib.
Ø Orang Yahudi tidak mengakui thalaq wanita kecuali di kala haid. Begitu juga Rafidlah mengakui thalaq (perceraian) ketika si wanita dalam keadaan haid.
Ø Yahudi tidak memberikan mahar bagi pasangan wanita mereka, mereka hanya memberikan mata' pada mereka. Seperti itulah perilaku Rafidlah dalam nikah mut'ah.
Ø Mereka sedikit menceng dari kiblat dan mengangguk-angguk dalam shalat. Begitu juga Syi'ah Rafidlah.
Ø Orang yahudi dibenarkan menipu orang kafir (selain golongan mereka), kalau perlu bersikap bersikap munafik (dua muka) terhadap mereka. Begitu juga orang Yahudi yang murtad akan diperlakukan seperti orang kafir, kecuali jika dilakukan hanya untuk berpura-pura (taqiyyah) saja untuk mengelabuhi orang lain. Itulah konsep ajaran taqiyyah Syi'ah Rafidlah.

Kesamaan Syi'ah Dengan Nasrani
Nasrani meyakini bahwa agama ini diserahkan kepada para pendeta dan rahib. Halal adalah apa yang mereka halalkan, dan haram adalah apa yang meraka haramkan. Dan agama adalah apa yang mereka syari'atkan. Sedangkan kaum Syi'ah Rafidlah meyakini bahwa dien ini diserahkan kepada para imam, halal dan haram sesuai ketentuan mereka dan agama adalah apa yang mereka syariatkan.
Kelebihan Yahudi Dan Nashrani Atas Syi'ah Rafidlah:
·Menurut Yahudi; orang yang paling baik adalah sahabat Nabi Musa 'alaihis salam.
·Menurut Nasrani; orang paling baik adalah sahabat Nabi Isa 'alaihis salam, hawariyyun, penolong nabi Isa 'alaihis salam.
·Sedangkan menurut Syi'ah; orang yang paling buruk adalah sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka diperintahkan untuk beristighfar (memintaka ampun) untuk para sahabat, tapi mereka malah mencela para sahabat dan menghunuskan pedang kepada mereka sampai hari kiamat.
AKu CInta bukan suka pada dia...tapi dia x menerimaku...
Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang.
Tapi di depan orang yang kita suka, hati kita akan gembira.
Di depan orang yang kita cinta, musim sentiasa berbunga-bunga.
Di depan orang yang kita suka, musim itu cuma berangin sahaja.
Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku.
Jikalau kita melihat mata orang yang kita suka, kita akan tersenyum.
Di depan orang yang kita cinta, lidah kelu untuk berkata-kata.
Di depan orang yang kita suka, lidah bebas berkata apa sahaja.
Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu.
Di depan orang yang kita suka, kita akan tunjukkan imej yang sebenar.
Kita tidak boleh merenung mata orang yang kita cinta.
Tapi kita selalu merenung mata orang yang kita suka.
Bila orang yang kita cinta menangis, kita akan turut menangis.
Bila orang yang kita suka menangis, kita akan membuat dia gembira.
Perasaan cinta bermula dari kata.
Perasaan suka bermula dari telinga.
Jadi, jikalau kita berhenti menyukai seseorang yang kita suka. Umpama kita membuang telinga kita. Tapi jika kita cuba menutup mata. Cinta berbuah menjadi airmata. Setiap orang akan mengalami ini dalam hidup mereka.
Hmm..adakah itu cinta atau suka?perasaan yang tidak pernah ku rasa bila bersama orang lain selainnya…walaupun kami hanya seketika, banyak yang kepelajari dalam hubungan sementara itu. Walaupun hari- hari menatap wajahnya, tp perasaan cinta itu tetap ada.tidak pernah sekelumit pun hilang dari hati ini. tp,ketentuan smua hanya ditentukan olehNYA. Kita hanya merancang tapi TUHAN juga yang menentukan perjalanan hidup kita. Dan sesungguhnya kita masih berbalik kepada kata-kata yang baik itu dari ALLAH dan yang buruk itu dari kita sendiri…
Sabtu, 15 Januari 2011
sifat api neraka dan ahlinya
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanatnya dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Api Neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam gelap kelam."
Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud : " Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli Neraka iaitu seorang yang bersandal (selipar) dari api Neraka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli Neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli Neraka."
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata : "Jibril datang kepada Nabi s.a.w. pada saat yang tiada biasa datang dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi s.a.w. : 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'
Jawabnya : 'Ya Muhammad aku datang kepadamu pada sa'at di mana Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api Neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa Neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya.'
Lalu Nabi s.a.w. bersabda : 'Ya Jibril jelaskan kepadaku sifat Jahannam!'
Jawabnya, 'Ya ketika Allah menjadikan Jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli Neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh.'
'Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasan besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potong-potongan api. Api Neraka itu ada mempunyai TUJUH pintu, tiap-tiap pintu ada bahagian yang tertentu dari orang lelaki dan perempuan.'
Nabi s.a.w. bertanya : 'Apakah pintu-pintu bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?'
Jawabnya : " Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dari bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali lipat ganda, maka digiring ke sana musuh-musuh Allah sehingga bila telah sampai ke pintunya disambut oleh Malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu di masukkan ke dalam mulut mereka hingga tembus ke dubur, dan diikat tangan kirinya ke lehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus ke bahunya, dan tiap manusia diganding dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sampai dipukul oleh para Malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau maka ditanam ke dalamnya, kemudian Nabi s.a.w bertanya : 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'
'Jawabnya :
Pintu yang terbawah (pertama) untuk orang-orang Munafik, dan orang-orang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Alhawiyah.
Pintu kedua, tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim.
Pintu ketiga, tempat orang-orang Shobi'in bernama Saqar.
Pintu keempat, tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha.
Pintu kelima, orang Yahudi bernama Huthomah.
Pintu keenam, tempat orang Kristian (Nashara) bernama Sa'ier.
Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga Nabi s.a.w. tanya : "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?'
Jawabnya : 'Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari umatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat'. Maka Nabi s.a.w jatuh pingsan ketiaka mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi s.a.w di pangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sadar Nabi s.a.w bersabda ; "Ya Jibril sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umatku yang akan masuk ke dalam Neraka?
Jawabnya ; 'Ya , iaitu orang yang berdosa besar dari umatmu.'